Perang Dua Tahun; Tansi Chatib Bajanoeddin; Buah-Buah Ratap

Puisi-puisi Deddy Arsya (Koran Tempo, 08-09 Desember 2018)

Perang Dua Tahun, Tansi Chatib Bajanoeddin, Buah-Buah Ratap ilustrasi Koran Tempo.jpg
Perang Dua Tahun, Tansi Chatib Bajanoeddin, Buah-Buah Ratap ilustrasi Koran Tempo 

Perang Dua Tahun

 

Telah kusandang keris kesayanganmu

dan kupasang ladam pasukan kavelariku

telah kupancang tombak di batas dusun

dan kuli-kuli panggul kuarak dengan kantong penuh mesiu

-kutaruh di ujung sebatang bambu, kelewang kuning mengkilat-

lembing dan tembilang memisahkan asmaraku

dan asmaramu-ke balik bukit semak harum ransam,

pergi juru tombakku, masuk ke dusunmu lewat gerbang utara

di lipatan cawat aku simpan kesumatku

-menggaram ombak dan laut berderam-aku sudah ingin

berhenti menulis sajak cinta macam begini, tapi dunia begitu sibuk

dengan huruhara-aku dengarkan lagi lagu-lagu dari bibir

keriting leluhurku. Ibuku tertimbun kertas-kertas hikayat

dan ayahku bergelung dalam gulungan mantra.

Apakah kamu masih akan bicara tentang lembut

angin gunung dan rindu yang murung?

Kudekap kau dalam gelora mabukku, kutikamkan ujung keris ini

pada dua pucuk kepundan semenjanamu dan kawah marah di lapis pahamu:

bagaimana bisa ragi bertikai begini? mungkin kamu telah salah

memasukkan benang-ketika langit redup, matahari terpulun

-dan bersamamu aku bawa bulan hilang,

dan keris yang kusandang telah patah

dalam sarung sebelum mulai perang.

 

Arsip Cerpen di Indonesia