Tepi Laut Kadra
Suatu ketika Ratri duduk di atas tanah berwarna putih. Tanah itu terlihat kering. Tiba-tiba di atas tanah yang kering itu…
Arsip Cerpen di Indonesia
Suatu ketika Ratri duduk di atas tanah berwarna putih. Tanah itu terlihat kering. Tiba-tiba di atas tanah yang kering itu…
Udara membakar tubuh. Suhu badan panas. Perut mual. Kadang muntah. Lengkap sudah penderitaan saya. Ini seperti neraka. Kedua mata saya…
Dibanding yang lain, ia terlahir dengan tubuh paling imut-imut. Saat aku memberi pakan beras atau dedak, ia sering jadi incaran…
Sudah hampir 12 tahun Papa meninggal. Namun tetap saja Mama dan Shuwan, adikku, belum mau membuang duga sangka dan tuduhan…
Kau berada tak jauh darinya. Kau melihatnya dengan jelas. Dia mengenakan rok kembang dan kaus lengan panjang. Dia berpenampilan layaknya…
A Ling, sepagi ini, sudah berdiri di depan pintu rumahku. Aku tahu dari balik jendela, ia memakai baju merah dan…
Mungkin kamu berpikir tahu tentang cinta dan rasa sakit orang lain. Mungkin juga kamu berpikir tahu alasan di balik tindakan…
Kuat Prasetyo menaruh dua helai sarung dalam tumpukan pakaian di tas ransel. Sret. Menarik resleting. Siap menyandang tas ransel. Sejenak…
Malam itu, Ji Kao Mee, malam penanggalan 29 bulan 12 kalender Imlek. Malam penuh berkah dan sukacita. Siapakah yang sangat…
Dia putuskan memakai mobil baru untuk pulang ke Bali, meski bukan mobil penumpang, melainkan mobil barang. Dua mobil terdahulu pernah…
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | ||||
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID