Penjara Kedua
Cerpen Putu Oka Sukanta (Media Indonesia, 28 September 2014) APA yang akan terjadi besok? Rasanya seperti merenungi anak sungai yang…
Arsip Cerpen di Indonesia
Cerpen Putu Oka Sukanta (Media Indonesia, 28 September 2014) APA yang akan terjadi besok? Rasanya seperti merenungi anak sungai yang…
Cerpen Mashdar Zainal (Republika, 28 September 2014) Emak terduduk setengah rebah di ranjang tipisnya. Di sebelahnya, teh hangat masih mengepulkan…
BERTAHUN-tahun kemudian, walau akhirnya kau tahu Kramat Ako bukan penduduk asli kampung kami, kebanggaan kami terhadapnya takkan berkurang sama sekali….
Cerpen Sungging Raga (Media Indonesia, 21 September 2014) DI sepertiga malam terakhir itu, Dirminto masih duduk di belakang rumahnya. Ia…
Cerpen Didit (Republika, 21 September 2014) Lima belas tahun yang lalu, jika kau lewat perempatan Jalan Cemara Kembar, yang jika…
1. KARENA tak ingin dianggap kampungan dan ketinggalan zaman, maka ia pun memutuskan untuk membeli telepon genggam. Sebagai penyair, ia…
Cerpen Ni Komang Ariani (Media Indonesia, 14 September 2014) DIA hanya memberikan saya waktu sepekan untuk berpikir. Kata-katanya selama sepekan…
Cerpen Risda Nur Widia (Republika, 14 September 2014) Warga kampung menganggap pria itu sebagai nabi. Pria yang sebenarnya setengah tidak…
AFAN Waham memang gudangnya ide-ide gila. Ada-ada saja lontaran gagasan dari pikirannya. Tetapi, ya, begitu saja, sekadar gagasan saja. Lama…
Cerpen Mashdar Zainal (Media Indonesia, 7 September 2014) LUBANG kunci di pintu kamarku seperti kamera yang merekam segalanya. Semenjak Ayah…
Copyright © 2026 CERPEN.MY.ID