Di Jakarta, saya mendapat banyak pelajaran berharga, bahwa banyak sekali orang yang menunggu dengan tidak sabar. Seperti, beratus-ratus kendaraan bermotor yang membunyikan bel di tengah kemacetan, calon penumpang Trans Jakarta yang berebut naik padahal penumpang belum sepenuhnya turun, para penyeberang yang nekat berjalan di tengah keramaian kendaraan, dan bahkan para peserta seminar yang memotong pembicaraan saya saat sedang menjawab pertanyaan dari salah seorang peserta. Saya jadi berpikir, apakah orang-orang itu tidak mau menunggu sejenak saja untuk merelakan kesempatan bagi orang lain? Atau, barangkali, mereka tidak punya waktu untuk menunggu? Atau, bahkan, dalam hidupnya manusia memang harus bersikap egoistis untuk berbuat sesuatu yang sesuai dengan apa yang dikehendakinya?
***
DALAM perjalanan pulang ke Yogyakarta, saya lagi-lagi memikirkan wanita itu. Apakah wanita itu masih setia menunggu di Stasiun Tugu? Atau jangan-jangan ia sudah kelelahan menunggu, atau barangkali seseorang yang ia tunggu sudah datang? Saya harus dapat menemuinya pagi ini sebab ia telah memberi saya contoh manusia yang menunggu dengan kerelaan. Saya harus dapat, barangkali, berbincang-bincang dengannya; merasakan apa yang ia rasakan; atau, barangkali berbagi pengalaman tentang menunggu seseorang.
Pagi-pagi, saya dikagetkan oleh suara, laki-laki, yang keras dan suaranya membuat saya langsung terjaga dari tidur saya yang lelap. Saya sudah sampai di Stasiun Tugu. Dengan begitu saya langsung turun dan segera naik ke mobil jemputan. Saat saya sedang di dalam mobil dan mobil sudah berjalan menjauhi stasiun, saya sadar bahwa saya lupa menemui wanita yang duduk di kursi panjang stasiun itu. Saya sebetulnya ingin memberhentikan mobil ini, tetapi saya tahu bahwa istri saya harus mengantarkan anak-anak ke sekolah tepat waktu dan dia harus ke kantor tepat waktu juga. Akhirrnya saya tidak berani berbuat apa-apa selain duduk manis di mobil. Dari mobil, saya dapat melihat bahwa wanita itu masih setia menunggu.
“Siapa, Yah?”
“Bukan siapa-siapa. Hanya seorang wanita yang menyia-nyiakan waktunya untuk menunggu.”
“Mengapa sia-sia?”
“Saya menduga bahwa apa yang sedang ia tunggu sekarang sebenarnya tak akan pernah datang.”
***