“Baik, Yang Mulia, saya akan langsung mengerjakannya. Daftar yang lengkap akan berguna jika nanti ada lagi acara semacam ini. Dan saya harus mengontak setiap orang secara bersamaan. Acara menyapu jalan dijadwalkan pukul dua siang di alun-alun kota. Apakah Anda bisa hadir?”
“Tentu saja. Sebagai wali kota, aku harus memberikan teladan.”
“Mobil akan menjemput Anda di gerbang rumah pukul satu tiga puluh. Saya akan mengiri ngi Anda.”
“Bagus,” sahut sang wali kota acuh tak acuh seraya menggaruk-garuk kepalanya dan membuang muka.
Sekretaris Zhao bergegas pergi.
Pada pukul satu tiga puluh siang sang wali kota melaju ke alun-alun dalam mobil limosinnya. Segenap karyawan, penjaga toko, pelajar, ibu rumah tangga, dan para pensiunan ke luar rumah untuk menyapu jalan dan udara begitu tebal oleh debu. Sekretaris Zhao bergegas menutup kaca jendela mobil. Di dalam mobil hanya tercium bau samar menyenangkan bensin dan kulit pelapis kursi.
Di alun-alun mereka menepi di samping barisan limosin aneka warna. Di depan mereka sekelompok pejabat tinggi dan orang penting telah berkumpul untuk menunggu kedatangan sang wali kota. Seseorang telah mengatur para polisi berseragam untuk berdiri berjagajaga di setiap sudut.
Sekretaris Zhao melangkah keluar dari limosin dan membukakan pintu lebar-lebar bagi bosnya. Para pejabat dalam kerumunan yang tengah menunggu melangkah maju dengan wajah tersenyum lebar menyambut sang wali kota. Semua orang mengenalnya dan berharap menjadi orang pertama yang menyalami tangannya.
“Selamat siang. Ah, senang bertemu dengan Anda. Selamat siang…” Sang wali kota berkata berulang-ulang seraya menyalami mereka satu per satu.
Seorang polisi tua mendekat, diikuti dua polisi lain yang lebih muda seraya mendorong gerobak penuh sapu ijuk besar. Polisi tua itu memilih satu sapu paling bagus berukuran agak kecil dan menyerahkannya dengan penuh hormat kepada wali kota seperti seorang Tibet menyerahkan hada ––sapu tangan sutra sebagai tanda hadiah selamat datang–– kepada seorang tamu kehormatan. Ketika para orang terpandang lainnya telah mendapatkan sapu mereka masing-masing, seorang petugas berseragam dengan pita merah di lengan membawa mereka semua ke tengah alun-alun. Secara alamiah sang wali kota berjalan paling depan.