Singgah di Omerta

“Kok tidak ada angka 7?” kataku, dan dia tertawa. “Bagaimana sih?” ucapnya setelah tawa reda. “Ini gabungan angka tahun kelahiran kita, 77 ditambah 77!”

Saat itu kami tidak sedang menjalin hubungan yang lebih dari sekadar pertemanan, namun dia menempatkan angka tahun kelahiranku di posisi istimewa. Diam-diam aku menyimpan harapan.

Kenapa Tuesday with Morrie, tanyaku di hari lain. “Aku suka. Kupikir membaca novel ini akan membuat orang tak terlalu takut menghadapi mati. Setidaknya bagiku. Barangkali bisa sama bagi orang lain. Bisa juga tidak,” ujarnya.

“Jadi pada halaman 154 itu malaikat maut datang?” tanyaku lagi.

“Tepatnya, belum, Bung. Di sana dipapar bagaimana Janine, istri Mitch, menyanyi untuk Morrie yang kondisinya makin payah. Lagu bersyair sangat indah. The Very Throught of You. Aku melacaknya di youtube dan menemukan banyak versi di luar aslinya. Dari semuanya, aku suka versi Billie Holiday dan Diane Schuur. Tapi paling mengesankan bagiku justru versi renyah dari Antoinette Clinton, penyanyi muda yang lebih suka menyebut dirinya Butterscotch.”

Sikapnya hampir selalu meriah. Di awal pertemuan kami, dia juga yang pertama mengulurkan tangan. “Mira. Mira Marcela,” katanya.

“Seperti nama penyanyi dangdut.”

“Aku memang penyanyi dangdut.”

Usianya waktu itu 27. Pernah menikah dua kali, bercerai, tanpa anak. Pernikahan pertama terjadi saat dia masih 17 tahun, berangkat dari perjodohan yang sebenarnya potensial membuat hidupnya berubah ciamik.

Lelaki itu dokter dan sudah barang tentu mapan dalam segala hal. Tapi rumah tangganya tak bertahan lama. Hanya tiga tahun. Ada dua hal yang membuat Mira kehilangan kesabaran dan akhirnya mantap memilih cerai. Lelaki itu punya tingkat ketelatenan yang sungguh kelewatan. Bahkan untuk perkara-perkara yang sangat sepele. Ia hapal letak sendok sayur, toples garam, ember cucian kotor, dan semuanya tidak boleh bergeser satu inci pun. Mira mesti betul-betul cermat atau seluruh tetek bengek pekerjaan ini akan diulangnya sesuai standar yang ditetapkannya sendiri.

Arsip Cerpen di Indonesia