Percakapan di Meja Makan dan Rahasia Kecil yang tak Bisa Diceritakan pada Siapa pun selain Kamu

“Aku tahu, kau tak ingin pergi dari sini. Juga tak ingin merepotkan anak-anak lagi,” kau menggenggam tangannya erat sekali. “Seperti janji kita dulu. Kita akan tetap bersama sampai kapan pun. Mencintai di saat sakit atau pun sehat.”

Mulutnya bergerak-gerak lagi seperti ingin mengatakan sesuatu.

“Ya, ya, ya… kau benar, sebaiknya kita memang tak merepotkan anak-anak lagi. Mereka sudah besar dan sudah punya keluarga masing-masing. Tentu saja sangat menyulitkan jika ditambah kita. Kau benar. Kau benar,” kau mengusap-usap telapak tangan itu.

Perlahan kau mengangkat gelas minum itu, kau dekatkan ke bibirnya. Dia meneguk perlahan. Kau terus menuangnya. Hampir setengah gelas.

Aku menahan napas, air matamu turun perlahan. Di ruang depan, anak-anakmu masih saja berdebat tentang siapa yang bertanggung jawab mengurus kalian berdua. Sesekali suara mereka meninggi, berlomba satu sama lain. Seakan tak ingin kalah. Sungguh, aku tak tahan mendengar suara-suara bising itu, juga tawa getirmu dan lelehan air mata istrimu.

Aku melompat di hadapan kalian. Kau tak terperanjat, justru tersenyum, “kau malaikat maut, bukan?” kau bertanya. Aku menelan ludah, kuanggukan kepala. Senyummu semakin lebar, tanpa berkata, aku menarik jempol kaki kalian berdua.

“Tolong katakan pada-Nya, ini bukan dosa anak-anak kami. Kami yang tak bisa mendidik mereka. Kumohon…”

Aku tak tahu harus menjawab apa atas permintaannya. Sementara di ruang depan, yang hanya terpisah sehelai tirai berwarna merah marun yang telah digerus musim, ketiga kakak-adik itu masih bermufakat atas biaya panti jompo untuk kalian yang tengah menghadapi maut di samping meja makan. Aku tahu, inilah keinginan kalian berdua. Akhir cerita yang membahagiakan, setidaknya untuk anak-anak kalian. []

 

Pali, Teras Coffe, 2017.

Guntur Alam, buku kumpulan cerita pendeknya yang bertema gotik Magi Perempuan dan Malam Kunang-kunang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, 2015.

 

Arsip Cerpen di Indonesia