Malam harinya, anjing itu menghilang setelah jasad perempuan tua itu dimasukkan ke liang lahat. Berada dalam dunia kematian, perempuan tua itu diseret oleh tubuh-tubuh serupa bayangan, tinggi besar menuju telaga api. Perempuan tua berusaha melepas diri dari cengkeraman itu, tetapi sia-sia yang dilakukannya.
Berdiri di tepi telaga api, perempuan tua itu siap dilempar ke dalam kubangan api yang terus menyala. Panasnya mampu mengelupas kulit dalam sekejap. Perempuan itu memohon pertolongan. Mendadak seekor anjing muncul di depan matanya. Anjing itu mempersilakannya naik ke atas punggungnya. Anjing itu mengantar perempuan tua itu ke surga. Mata perempuan tua itu mengamati tubuh anjing kecil, berbentuk kotak yang membebaskannya dari ancaman api neraka. Perempuan itu sangat yakin pastilah ia anjing ras beagle piaraannya.
Â
Pulau Garam, Desember 2017
Zainul Muttaqin lahir di Garincang, Batang-batang Laok, Sumenep, Madura, 18 November 1991. Cerpen-cerpennya dimuat di pelbagai media nasional dan lokal. Tinggal di Sumenep.