“Taruli akan mengenakannya hari ini. Aku bisa membantumu memakaikannya dan mendandani istrimu secantik mungkin sebelum orang-orang datang menjenguknya,” katanya.
“Taruli tidur, tak mau diganggu.”
“Semua orang akan mati, Abang. Kebetulan saja Taruli duluan.”
Dengan pasrah kau membuka pintu, membiarkan wanita itu melakukan tugasnya. Satu-satunya hal yang kau ingin tanya: apa istriku menunggumu di surga? Maka dalam sekejap sebutir cahaya melayang dari masing-masing mereka sementara kau masih memikirkan ikan mas arsik apakah akan membungkusnya atau tidak. (*)
Riau, April 2017
JELI MANALU, lahir di Padangsidimpuan, 2 Oktober 1983. Tinggal di Rengat-Riau. Cerpennya ilir mudik di berbagai surat kabar lokal dan nasional.