Perempuan dengan wajah indah itu kaget mendengar pertanyaanku. Kemudian dia menggeleng setelah menyadari aku masih menunggu jawabannya. Aku tersenyum. Dia membalas senyumku. Mungkin dia ingin berkata bahwa dirinya baik-baik saja. Tetapi, kebeningan matanya itu, keindahan lekuk wajahnya itu, tak dapat menyembunyikan perkara-perkara pilu yang melilit hidupnya. Saat itulah aku menyadari sesuatu. Setiap orang memiliki kisah kelamnya masing-masing. Dan dia, agaknya, tidak mau aku mengetahuinya. (*)
Malang, 2017
*Penulis adalah pengajar di Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang.