“Pak, gas habis,” ucap Wanda.
“Wah, sayang sekali,” ucap Bahrul. Padahal, dalam hati dia berjingkrak kegirangan. (44)
– Umi Rahayu, mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Univesitas Negeri Semarang. Cerpen gadis kelahiran Banjarnegara, 8 September 1996, ini dimuat dalam antologi bersama Sukinah (2017), Rumput di Mata Suryati (2017), dan Perempuan yang Ingin Membeli Masa Lalu (2017).