Tragedi di Meja Makan

“Tak apa. Barangkali waktu kita kurang sedikit tepat.”

Mira dapat melihat bibir Papa yang gemetar, juga wajah Mama yang semerah bata. Mereka tak mengatakan apa-apa selain kata maaf yang diulang-ulang. Dan begitulah, setelah para tamu pergi, Mama dan Papa menyeret Mira dan melemparnya ke dalam kamar sebelum menggelangi tangan serta kakinya dengan kalung raksasa. Kalung yang menurut Mira lebih layak dililitkan di leher Mama dan juga Papa. ***

 

Surabaya-Malang, 2014—2017

Arsip Cerpen di Indonesia