Kau tak perlu melihat dunia lelaki itu untuk kedua kalinya, ketiga kalinya, atau seterusnya. Kau hampir yakin bahwa semua pegawai baru di restoran itu barangkali pernah dicumbui lelakimu. Entahlah. Semuanya begitu tak masuk akal. Di luar nalar. Dan itu lucu sekali. Bahkan setelah lelaki itu terbujur di peti mati. Semuanya masih terasa begitu lucu. Membuatmu ingin tergelak lagi dan lagi.
Waktunya tergelak. Hahaha….***
Malang, 2017
Mashdar Zainal, lahir di Madiun, 5 Juni 1984, suka membaca dan menulis puisi serta prosa. Novel terbarunya, Garnish, 2016. Kini bermukim di Malang.