“Aku dan Darmin sudah merencanakan ini sangat lama, sebenarnya Darmin tidak pernah mencintaimu. Darmin menikahimu itu adalah perintahku. Darmin sebenarnya sudah memiliki istri bahkan dua orang anak. Makanya sejak menikah denganmu, Darmin tak ingin bekerja untuk menafkahimu.”
Hatiku seketika runtuh mendengar kata panjang dari ayah mertuaku. Tubuhku serasa remuk dan tak bisa menahan betapa kejamnya perkataan itu. Kang Darmin yang 10 tahun bersamaku, ternyata hati dan pikirannya tidak berada di hadapanku. Hanya tubuhnya saja yang selalu menghiasi kehidupanku. Laki-laki yang kutaruh harapan, ternyata dia adalah laki-laki yang sangat tidak mempunyai hati
“Sekarang apa mau ayah dari tubuhku ini?” sahutku.
“Kau akan menjadi milikku, aku akan menikahimu walau ayah tahu kau sangat mencintai Darmin!”
“Apa ayah tega akan menikahi menantumu sendiri. Menantu yang sudah bercampur dengan anakmu?” kataku.
“Ayah juga tahu, selama 10 tahun ini kau dan Darmin tidak pernah melakukan hubungan suami istri seperti layaknya. Itu semua adalah perintahku. Ha…ha…ha…”
“Ayah dan Kang Darmin memang kejam. Hati kalian batu!”
Ayah mertuaku tertawa melihat tangisku yang menderu. Begitu dengan Kang Darmin. Kang Darmin juga hanya tertawa melihatku yang diperlakukan semacam ini. Padahal status Kang Darmin masih suamiku, walau hatinya bukan milikku.
Seterusnya, bedak dan lipstikku tak akan pernah membuatku cantik lagi. Hanya membuat luka.