Dan tahukah kamu, ketika dia mendekatiku lagi lalu mengajakku berdua? Dia mengucapkan rasa cintanya. Tentu saja aku kaget. Lalu aku ceritakan gadis yang selama ini bersamanya. Ternyata dia sepupunya yang pindah di kota ini.
Dia ungkapkan bahwa akulah yang selama ini dicari. Aku gadis innocent, culun, tapi manis. Justru itulah kelebihanku. Sebab dia tidak mau suatu saat diingkari bila menerima cinta gadis-gadis pemujanya.
Kamu pasti suka dan ingin mendengar ceritaku berikutnya menjelang kami berpisah. Ini benar-benar kejutan pada hari ulang tahun ketika dia menyatakan, “Cinta sejati tak pernah melukai”.
Resti langsung memberi stabilo pink pada kalimat terakhirnya. So sweet! Syukurlah, Resti telah mendapatkan yang diimpikan! Resti mengahkiri tulisannya ketika sudah penuh satu halaman. Halaman ke-365 yang penuh kesan. Lalu dipeluknya aku. (***)
Iis Soekandar, penulis lepas, lahir dan tinggal di Semarang, sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Menulis cerita anak, cerita remaja, dan cerpen. Aktif di fb dan IG dengan nama akun iis soekandar. Arsip tulisannya dapat dilihat di https://iissoekandar.blogspot.co.id