“Jika hubungan dimulai dengan suatu kebohongan, aku tidak yakin bertahan lama.” ucapku lirih. Aku tipikal tidak mudah berbohong. Bohong akan kentara oleh mata yang selalu jujur.
“Tidak apa-apa Bi, untuk sekali ini saja lagi pula ini demi kebaikan.” jawabnya seraya menggenggam tanganku untuk meyakinkannya.
‘Harusnya kau tidak akan pernah membiarkan aku berbohong pada ibumu, jika kau tahu sisi sudut orang tua.’
Aku bergumam dalam batin dengan pandangan kecewa kepada sosok pria yang mendekap erat hatiku.
Makanan sudah habis tak bersisa.
Aku memilih terlelap lebih dulu, karena aku merasa tidak enak berada di rumah orang yang bahkan tidak kukenal.
Pagi pukul 8. Kami berangkat menggunakan motor gunung. Aku dan dia, sementara kawannya bersama saudaranya. Sebelum perjalanan begitu jauh. Motor milik Dian yang tidak lain kekasihku pecah ban. Sehingga mau tidak mau kami harus memperbaikinya lebih dulu. Dalam hening aku menyadari satu hal. Tuhan memberiku ujian, dari aku yang tidak suka menginap di rumah orang lain menjadi pembelajaran arti bersabar dan berbaur dalam lingkup lingkungan apapun. Tuhan memberiku ujian, dengan mogoknya motor dia untuk menguji seberapa sabar dan tidak mengeluhnya aku.
Kami memasuki hutan. Yang sebelumnya bertanya tanya jalan pada orang sekitar. Sebelum masuk hutan kami singgah di warung untuk memasang rantai pada ban motor kekasihku. Katanya, agar tidak licin saat tanah menggumpal di roda.
Aku memilih melepas sepatu sebab saat aku melihat orang yang keluar dari hutan, baju dan seluruhnya kotor semua.
Saat sudah siap. Jantungku seperti sedang pemanasan olahraga, karena aku benar benar belum pernah memasuki hutan luas.
Suara binatang tonggeret menyambut. Bulu bulu tanganku mulai meremang sebab ketakutan akan binatang liar begitu kental.
‘Tuhan… lindungi kami’
Pintaku dalam hati.
Awal perjalanan aku menikmati damainya alam. Menikmati celoteh burung-burung. Melewati tanjakan yang membuat aku harus berpegang erat. Suasana ini begitu asing, terik matahari masuk di sela sela pohon pohon tinggi. Saat masih belum jauh, masih ramai ada beberapa penduduk yang kebetulan sedang lewat namun kian dalam kita memasuki hutan kian sunyi. Semalam hujan lebat namun pagi ini terik sinar mampu membuat jalan sebagian kering akan tetapi jauh di depan mata cobaan kian dekat.