Baca juga: Sira dan Samo – Cerpen Abdullah Salim Dalimunthe (Koran Tempo, 28-29 Oktober 2017)
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita walau itu satu detik kemudian. Itulah yang saya pahami kembali setelah menghadiri pemakaman manajer personalia yang juga bekerja di perusahaan tempat saya bekerja. Padahal, kemarin sore menjelang malam, saya berkunjung ke rumahnya menemani istri saya yang sudah berteman lama dengan istrinya. Dan, saya pun sempat berbincang-bincang sebentar dengannya, sebelum akhirnya ia memohon diri sejenak ke kamar kecil dan terpeleset di dalamnya. Kepala bagian belakang manajer personalia saya tersebut membentur sudut bak mandi hingga terjadi pendarahan hebat.
Saya terus merenungi kejadian itu di samping istri saya yang sedang mengemudikan mobil menuju rumah. Dan, saya terkenang akan seorang perempuan yang turut hadir dalam proses pemakaman tadi. “Bagaimana keadaanmu sekarang? Apa kau bahagia?” tanya perempuan itu antusias.
“Ada apa?” tanya istri saya.
“Perempuan yang terakhir kali berbicara dengan saya tadi, apa engkau kenal?”
Dengan mimik heran, ia menoleh kepada saya, “Engkau tidak mengenalnya?” Ia kembali fokus menatap jalan. “Perempuan itu istrinya Edd. Bagaimana bisa kau sampai lupa?”
“Edd?” decak saya mengulangi, “Perempuan itu istrinya Edd?”
Gambaran buram dan berbayang itu kembali menyerang saya. Saya belum mampu mengingat wajah Edd. Saya benar-benar lupa akan rupanya. Kemudian saya keluarkan ponsel dari dalam saku. Mencari foto Edd yang tersimpan di galeri ponsel saya. “Kenapa tidak ada? Kenapa tidak ada foto sama sekali?”
“Maaf, saya lupa bilang, tadi pagi putri kecil kita sibuk bermain-main dengan ponselmu itu. Barangkali dia salah pencet,” jelas istri saya.
Lalu saya kirimkan pesan–lewat WhatsApp– kepada Vyas, memintanya mengirimkan foto Edd untuk saya. Sementara saya menunggu foto kiriman dari Vyas, saya mencoba renungi pertanyaan-pertanyaan perempuan itu tadi.
“Saya jadi teringat rumor yang diceritakan istri manajermu itu tempo hari.”
“Rumor tentang apa?”
“Edd. Dia mati diracun istrinya. Engkau tahu? Ternyata Edd itu terobsesi dengan istri sahabatnya sendiri sudah sejak lama.”
Pesan balasan dari Vyas baru saya terima. Vyas mengatakan seluruh foto Edd yang ada di ponselnya menghilang. Aneh, pikir saya.
***