Haji Manap

Bapaknya tersenyum bangga. Lelaki berkumis tebal itu langsung memeluk dan mencium kepala anaknya. Bila langit sedang baik, hujan tak turun sampai berhari-hari dan sinar matahari akan membuat air laut di ladang itu menguap dan meninggalkan kristal-kristal garam dan para petani garam akan mengambilnya untuk dijual. Namun, bila tidak beruntung, air laut yang sudah tua dan mulai mengkristal menjadi butiran garam kembali mencair terkena air hujan.

Terik matahari kian terasa menyengat di kulitnya. Dul karim tersadar dari lamunannya. Ia bangkit dan kembali mewadahi tumpukan garam itu, lalu memanggulnya ke gubuk.

***

Di usia Dul Karim yang masih belum matang itu, ia sudah memiliki banyak pengalaman pahit. Ia harus hidup di tengah selidik mata penuh benci para tetangga, juga suara-suara nyinyir yang terus menyebar dan awet sampai saat ini, bahkan sampai ke telinga anak-anak. Sebuah cerita tentang bapaknya, Haji Manap, yang mati dihajar puluhan orang menggunakan potongan kayu, batu dan benda tajam karena dituduh memperkosa Mbak Sri, tetangganya yang ditinggal kerja suaminya ke Malaysia sebagai kuli bangunan.

Baca juga: Mahar yang Tertinggal (bagian-1) – Cerpen Krismarliyanti (Republika, 24 Desember 2017)

Suasana malam saat kejadian itu sangat mencekam. Orang-orang kampung berdatangan, seperti hendak menyaksikan sebuah pertunjukan opera kematian. Cahaya senter berlesatan dari tangan puluhan orang. Haji Manap terkepung. Beberapa orang lelaki itu langsung memukul dengan membabi buta.

“Hajar!”

“Jangan beri ampun!”

“Bunuh!”

“Laknat!”

Begitulah orang-orang menghardik sambil menghantam tubuh Haji Manap tanpa ampun, juga tanpa memberi kesempatan padanya membela diri. Setelah tubuh Haji Manap tak bergerak, satu per satu orang mulai meninggalkan jasadnya, juga sekelompok lelaki beringas yang entah dari mana, yang berhasil menghasut warga dan yang paling membabi buta menyiksa Haji Manap. Sementara Mbak Sri lenyap saat kerusuhan pecah.

***

Padahal, sewaktu Haji Manap masih hidup, petani garam mencapai masa jayanya. Harga garam stabil. Pabrik pem produksi garam juga bisa dikendalikan. Para pengepul juga tak berani memainkan harga. Kabarnya, selain pintar Haji Manap juga memiliki ilmu kanuragan.

Arsip Cerpen di Indonesia