Haji Manap

Baca juga: Mahar yang Tertinggal – Cerpen Krismarliyanti (Republika, 07 Januari 2018)

“Tapi, Bu…,” lanjut Dul Karim tersendat.

“Sudahlah, Nak. Setelah bapakmu, ibu juga tak ingin kehilanganmu.”

Dul Karim terisak dalam pelukan ibunya.

Ya. Sebetulnya ada yang dirahasiakan oleh ibunya. Malam saat sebelum dirajam—bapaknya pergi dari rumah setelah menerima telepon dari Pak Kades, katanya ada hal penting yang ingin dibicarakan. Dan beberapa hari setelah pembantaian itu, Mbak Sri menemui ibunya dan meminta maaf sambil menangis, katanya, Pak Kades akan membunuhnya bila ia tidak mau ikut dalam skenario pembunuhan Haji Manap. Setelah itu Mbak Sri menghilang dan ibunya menjadi sakit-sakitan. ■

 

Faruqi Umar kelahiran 09 April 1993 di Sumenep, Madura. Menamatkan kuliahnya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kini tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur.

Arsip Cerpen di Indonesia