Orang-orang yang Jatuh dari Langit

Malam semakin rimbun. Orang-orang masih asyik bercakap-cakap di warung pinggir rel kereta api. Hanya warung Zuha yang sudah ditutup. Samo, Dzikrun, dan Zuha berjalan beriringan karena tempat tujuan mereka searah. Di langit yang terhampar kegelapan, sebuah cahaya merah dan kebiru-biruan melintas dengan sangat cepat, kemudian jatuh di sebuah tempat dan menimbulkan suara berdebum dan bumi untuk sesaat bergetar. Mereka bertiga saling berpandangan, seperti mengatakan “ada yang jatuh lagi.” Dan Samo tiba- tiba nyeletuk.

“Nanti pasti ada yang mengurus dan mengamankan.”

Lalu mereka bertiga kembali berjalan di bawah langit Jakarta yang, tetap saja suram. Dan di penjuru dunia, masih saja berjatuhan orang-orang dari langit.

Arsip Cerpen di Indonesia