Perawat itu membuatnya terkejut. Lelaki itu tersenyum sambil meminta waktu agar si bayi tetap di gendongannya. Sebab, dia tidak mau menjauhkan anaknya dari sang ibu. Lelaki itu melangkah ke dalam ruang. Melihat sang istrinya yang cemas, sang perawat mengikutinya dari belakang.
Setengah jam sudah dia menggendong anaknya. Tiba-tiba lelaki beruban masuk ke dalam ruangan bersama seorang perempuan paruh baya. Mata perempuan itu memancarkan kebahagiaan untuk menantunya. Sedangkan lelaki beruban itu tertuju pada anak dan cucunya.
Cepat lelaki beruban itu mencuci tangannya di wastafel, juga membasuh muakan. Meminta sang bayi, menggendongnya dengan alas jaket.
“Mari cucuku, biar aku yang menggendongnya,” lelaki beruban itu penuh bahagia.
“Mari ompung kau gendong kau ya. Jangan nangis lagi ya?” lelaki itu meminta cucunya untuk dia gendong.
Perempuan yang berbaring di ranjang itu, membuang wajahnya ke jendela. Tidak mampu menahan bendungan air mata, dia menangis.
“Anak pintar, diamlah! Ompung Doli dan Ompung Boru datang,” bisik lelaki beruban itu.
Suara sang bayi perlahan berangsung melemah. Matanya masih tertutup rapat. Dalam dekapan lelaki tua itu, dia mulai tenang.
Entah keajaiban apa yang terjadi pada sang bayi. Dalam dekapan lelaki beruban itu, sang bayi berhenti menangis. Dia mengeluarkan lidahnya. Sang perawat tersenyum, melihat sang bayi, berlari ke arah meja sambil mengambil susu dalam botol susu. Perawat itu memberikannya pada lelaki tua itu.
Sang bayi tertidur pulas. Perlahan, lelaki tua meletakkannya di samping mamaknya, namun dia kembali lagi menangis. Lelaki beruban itu kembali mendekap cucunya dalam pelukan.
Ruangan yang tadinya ribut tangisan bayi, kini lengang kembali. Lelaki bertubuh kekar, berjalan menghampiri istrinya. Dia membungkukan tubuh sambil mengelus rambut sang istri seraya berbisik.
“Kikis kebencian dan egois dalam diri. Anak kita membutuhkan Ompungnya.”
Lelaki penuh uban itu meminta kain gendongan. Layaknya seorang nenek, ompung doli (kakek) itu pun menggendong cucunya dalam dekap erat. Kelihatan si bayi demikian tentram dan nyaman dalam gendongannya.