Lukisan Jembatan

Sampai pada suatu hari seorang gadis kecil melihatnya sedang duduk berjongkok, bersandar pada tembok restoran dengan posisi tangan meminta sesuatu.

“Ayah, kasihan ya Kakek itu.”

“Kita bawa ke rumah ya? Lagian di rumah kan cuma ada Raina sama Ayah. Rumah kita kesepian.”

Tanpa banyak bicara, tapi cukup lama berpikir, sang ayah kemudian meloloskan begitu saja keinginan anak gadisnya. Maka seperti itulah, nasib baik tiba-tiba saja menghampiri lelaki tua itu, Kelana. Terkadang hidup memang sesederhana itu.

Maka tinggallah Kelana bersama Raina dan seorang ayah muda dengan garis kesepian di wajahnya. Dan pada suatu malam, ayah muda itu duduk pada sebuah bangku di beranda, memandang langit yang juga tampak kesepian.

“Terima kasih karena telah membawa saya ke rumah Anda,” sapa Kelana yang kemudian duduk di sampingnya.

“Saya percaya kepada Raina.”

Kelana hanya diam. Tapi diam bukan berarti tanpa pemikiran apa-apa. Ia sangat penasaran. Ia ingin sekali bertanya siapa ibu Raina. Atau pekerjaan apa yang dilakukan ayah muda itu sampai-sampai ia mampu membeli rumah yang sangat mewah di sebuah kawasan perbukitan. Rumah bertingkat dua, yang mempunyai tujuh kamar, yang mempunyai sebuah garasi dengan dua mobil mewah, atau sebuah kebun di belakang rumah dengan tanaman buah-buah segar. Tapi sebelum Kelana bertanya, ayah muda itu, yang tak ingin namanya disebutkan dalam cerita pendek ini, kemudian membuka ceritanya sendiri.

“Raina bukan anak kandung saya. Dulu, dia adalah bayi menangis dalam sebuah kardus yang ditemukan istri saya di tepi sungai perbukitan ini. Awalnya saya mengira istri saya selingkuh. Tapi air matanya mampu menjelaskan bahwa istri saya itu berbicara tentang kebenaran. Dan kami pun merawatnya dengan kasih dan sayang. Raina segalanya bagi kami. Sampai tiba pada waktunya, istri saya meninggal dunia, ketika Raina masih berusia dua tahun.”

“Maaf… saya turut berduka.”

“Tidak apa-apa. Saya titip Raina.”

“Memang Anda mau ke mana?”

“Saya akan menyusul istri saya ke surga.”

“Apa!?”

Arsip Cerpen di Indonesia