Bulan Memancar

Berikutnya hening. Jame masih bertahan di beranda dan kembali mem bakar rokoknya. Belakangan, Jame dan Latifa selalu tidur larut. Mereka sering menghabiskan waktu di sisi kota untuk memandangi pantai hingga dini hari atau mengunjungi kafe yang memainkan lagu-lagu The Beatles. Tapi malam itu mereka memilih diam di rumah.

Bosan di beranda, Jame melangkah keluar membuka pintu pagar halaman. Gang di depan rumah itu sunyi. Cahaya bulan memantulkan bayangan tubuh Jame ke permukaan aspal yang kasar. Jame iseng meman dangi bulan yang telah condong ke barat. Ia teringat Hilda, bocah perempuan lima tahunan, yang sering berada di rumahnya. Hilda adalah anak kedua dari Rahma, adik iparnya. Dalam beberapa kesempatan, Jame pernah menceritakan dongeng tentang peri bulan kepada bocah itu.

“Hilda,” bisik Jame tiba-tiba.

***

Jame baru saja menuntaskan buang hajatnya, ketika mendengar sesuatu yang mencurigakan di toilet sekolah. Jame mendekat ke sumber suara yang berasal dari sebuah kamar mandi yang di pintunya ditempel sebuah permakluman: “pintu rusak, jangan dibuka!” Saat Jame merapatkan telinganya di pintu, suara itu semakin jelas: suara-suara seperti orang mendesah. Terdorong oleh rasa penasaran, Jame pun memutar gagang pintu itu.

Tak dinyana, tiba-tiba saja pintu itu terbuka dengan posisi miring dan nyaris roboh karena salah satu engselnya tidak berfungsi. Jame nyaris tidak percaya ketika melihat sosok yang dikenalnya sedang berdiri dengan celana melorot. Sosok itu pun segera menarik celananya ke atas. Antara gugup, kaget, malu, dan murka karena aibnya terbuka, dengan kalapnya Efendi melayangkan tendangan beruntun yang teramat keras ke daerah vital teman sekelasnya itu. Maka dalam sekejap, pandangan mata Jame menjadi gelap. Sebuah rasa sakit yang teramat dahsyat membuat dunia di sekitar Jame berhenti seketika. Lantas, dengan tubuh yang masih gemetar dan rasa malu yang tidak bisa ditanggungnya, Efendi pun melarikan diri dari tempat kejadian.

Baca juga: Pergi ke Bukit – Cerpen Tjak S Parlan (Republika, 04 Juni 2017)

Tubuh Jame yang tersungkur tidak berdaya ditemukan oleh seorang petugas cleaning service yang hendak menyelesaikan tugas hariannya, tidak lama kemudian. Petugas itu menemukan selembar foto, seorang perempuan dengan pose yang menakjubkan, yang selanjutnya dikenali sebagai seorang bintang film dewasa. Selembar foto itu telah melayang jatuh dari tangan Efendi ketika pintu kamar mandi yang rusak itu terbuka untuk pertama kalinya oleh tangan Jame.

Arsip Cerpen di Indonesia