Baca juga: Tabung Tawa – Cerpen Ken Hanggara (Tanjungpinang Pos, 29 Juli 2018)
Sejatinya itu terjadi bukan karena tidak ada yang pernah berniat jahat di rumah Bu Meli. Tidak ada kabar penyatronan justru karena anjing-anjing berpesta setiap malam. Kalau saja orang tahu, mereka bisa memeriksa halaman samping rumah si janda.
Ada tumpukan baju dan tulang belulang, yang belum dikubur karena Bu Meli masih sibuk oleh urusan kantor seminggu ini. Kalau tidak salah sudah empat maling. Dan, si janda tidak yakin jumlah itu akan bertambah karena kini anjing-anjingnya hilang entah ke mana. (44)
Gempol, 2018
Ken Hanggara lahir di Sidoarjo, 21 Juni 1991. Menulis puisi, cerpen, novel, esai, dan skenario FTV. Karyanya terbit di berbagai media. Buku terbarunya antara lain Museum Anomali (2016) dan Babi-Babi Tak Bisa Memanjat (2017).