Ketua Klub Gosip

SEKONYONG-konyong, seperti hantu, nenekku sudah berdiri di pintu sambil berkata, “Kalian tahu pejabat kota ini terlibat skandal dengan gadis muda di bawah umur.”

Ibuku, seperti biasa, menggiring kami agar segera pergi ke kamar, tapi sebelum itu benar-benar terjadi nenekku kembali berkata, “Apa kau akan terus melakukan ini, menyembunyikan anak- anakmu dari realitas busuk yang terjadi di sekitar kita?”

Maka ibuku berlari meninggalkan lantai ruang depan tempat kakinya berdiri dengan gemetar dan ia memilih berada di kamar selama berjam-jam sampai ayahku pulang dan ia lekas berkata, “Tak lama lagi aku pasti akan gila.”

Ayahku jarang sekali melibatkan emosinya saat terjadi ketegangan antara nenek dan ibuku. Ia hanya akan diam sambil mengganti baju kerjanya dengan pakaian yang lebih ringan dan segera pergi ke dapur untuk membuat minuman sendiri. Nenekku yang kebetulan melihat itu mengecam dengan keras, “Apa yang kau lakukan ini?” Kalimat nenekku selalu terdengar sinis jika menyangkut ayahku yang pergi ke dapur untuk mengurus dirinya sendiri.

Adikku, di usia sembilan tahun tiga bulan, ketahuan menyimpan gambar perempuan telanjang dalam saku celananya. Nenekku bilang, “Pada waktunya semua anak lelaki pasti akan melakukan itu.” Ayahku tidak memberikan pendapat apa-apa. Ia mati kutu di bawah pandangan mata Nenek yang seolah menyimpan sebuah rahasia besar masa kecilnya.

Ibuku tidak berbicara dengan adikku selama satu minggu. Namun, nenekku jadi lebih memanjakan adikku dan memberinya hadiah-hadiah. Seperti Ayah, aku tidak memilih berada di salah satu pihak dari dua perempuan yang sama- sama kusayangi itu. Kami pura-pura sibuk dengan hidup masing-masing. Bila situasi meruncing, ayahku akan berkata, “Aku harus pergi ketoko lagi.” Tidak mau ketinggalan, aku juga berkata, “Aku mesti mengerjakan tugas kelompok bersama teman-teman.”

Pada bulan Juni, adikku terkena cacar. Di tubuhnya muncul bentol-bentol berisi cairan. “Kau mendapat hukuman Tuhan,” kata ibuku sambil menyiapkan ruangan khusus untuk adikku dan aku dilarang mendekat ke tempat itu jika tidak mau tertular. Nenekku membawa cerita dari klub gosipnya tentang wabah cacar yang menyerang anak-anak karena virus varicella zoster dan kurangnya kebersihan di lingkungan tempat tinggal mereka. Apa-apa yang dikatakan nenekku mematahkan keyakinan ibuku tentang dosa dan hukuman Tuhan atas adikku yung nakal itu. Adikku sudah tentu makin mengidolakan Nenek dan nyaris tak ada orang yang ia sukai selain perempuan tua penggemar gosip itu.

Arsip Cerpen di Indonesia