Baca juga: Sebuah Kamar Rahasia – Cerpen Deden Hardi (Pikiran Rakyat, 15 Juli 2018)
Aku bangkit. Aku peluk tubuh Nenek yang sudah tak berdaging itu. Nenek pun demikian, melingkarkan kedua lengannya ke pundakku. Aku merasakan getir perjuangan dari pelukannya. Aku merasakan derita yang berkapanjangan dari tetesan air matanya. Dalam pelukan Nenek ini aku bersaksi bahwa Indonesia belum merdeka. Rakyatnya masih dijajah oleh nafsu atas nama perayaan kemerdekaan bangsa. ***