Ibu tersenyum mendengar kata-kata Aira yang penuh kekhawatiran. Ibu mengangguk refleks. Aira tersenyum melihat respon ibu. Ah, melihat senyum ibu, hati Aira merasa begitu damai. Dalam hati Aira pun berjanji akan selalu berusaha membahagiakan ibu yang selama ini telah begitu kenyang dengan rerupa penderitaan.
Baca juga: Bulan Pemakan Ternak – Cerpen Eko Setyawan (Minggu Pagi, 16 Agustus 2018)
“Aira juga nggak boleh kecapaian. Harus jaga kesehatan,”
Aira tersenyum mendengar kata-kata yang meluncur dari bibir ibunya. Aira pun lekas mengangguk lantas berdiri dan menghampiri ibu yang kini sudah duduk di tepi ranjang. Dengan mata berkaca-kaca Aira memeluk tubuh ibu dan mencium kening beliau sambil berkata lirih, “Aira sayang sama Ibu.”
“Ibu juga sayang Aira,” balas ibu sambil mengeratkan pelukan. ***
Puring Kebumen, 4 September 2018