Puisi-puisi Ramoun Apta (Kompas, 22 September 2018)

Rahasia dari Perut Dapur
Setelah dipanggang, caluk mekar
Bagai rengkah mawar.
Kugerus ia
Garpu demi garpu.
Kutahur ia ke dalam gelimang cabai, bawang
Dan tomat yang digoreng dengan minyak kelapa.
Lalu kumasukkan potongan-potongan daun kangkung,
Kusiram dengan sedikit air dari perut sumur.
Setelah matang, caluk kangkung
Kulemparkan ke lidahku.
Di lidahku, kurasakan serbuk itu pecah
Lumer ke seluruh lidah, membentur gusi.
Mengoyak langit-langit,
Mendedah anak lidah,
Bagai gelepar udang
Yang berlarian mengejar ombak.