Orang Dusun di Tanah Pilih
Kami adalah orang datang. Memasuki kampung orang mati berdarah ini
Kami mengendap-endap di balik kegelapan hutan burung gagak.
Kami diburu dengan runcing kulim dan giam
Lantaran dituduh hendak memberontak dari sultan.
Padahal kami hanya minta sedikit tanah
Untuk menanam benih padi yang telah menelurkan tunasnya
Kami menjadi iba. Di mata mereka,
Perjuangan kami selama ini dihargai sebatas rumput gajah.
Kami menjadi iba. Kematian saudara-saudara kami ternyata
Dibalas dengan sumpah serapah.