Puisi-puisi Indra Intisa (Media Indonesia, 23 September 2018)

Si Buah Hati
Si buah hati
berjalan mengelilingi hati
dengan corak mekar.
Di sentuhnya kebekuan hati
atau mata yang hampir buta.
Tubuhku geli,
kami terkekeh di padang rumput
Mengejar bola
Menanam bunga
Bermain air
Tiba-tiba hujan.
Aku cemas.
Telunjuknya keluarkan pelangi.
Kami pungut bersama
“Ayah, ini buat Ibu, ya?”
“Bukan, Anakku.
Tetapi buatmu.”
“Lalu buat Ibu, mana?
Buat Ayah, mana?”
Kusisipkan telunjuk
yang berisi harap
yang berisi kasih
yang berisi petuah
pada dadanya yang mungil.
“Di sini, Anakku.”
2016