Saya meninggalkan tempat saya dan melangkah perlahan menuju gadis kecil itu. Pikiran saya hanya satu: saya harus menyapanya selembut mungkin. Barangkali perasaannya sedang kacau.
Saya melangkah dan melangkah sampai berjarak kira-kira sepuluh meter darinya. Di bawah lampu jalan saya mulai berpikir ulang, apakah mendekatinya hanya satu-satunya pilihan? Ah, lagi-lagi pikiran itu datang. Apakah ini semacam skenario penjahat untuk mencelakai saya? Barangkali setelahnya segerombolan penjahat akan datang dan membawa saya entah ke mana. “Sudahlah, demi kemanusiaan. Lakukan demi kemanusiaan. Lakukan apa yang selayaknya manusia lakukan saat ini.” Tiba-tiba pikiran itu datang menguatkan niat saya. Tanpa pikir panjang, saya melangkah kembali menuju tempat gadis kecil itu.
Baca juga: Zikir Sunyi Perempuan yang Merindukan Kakbah – Cerpen Yaya Marjan (Media Indonesia, 12 Agustsu 2018)
Gadis kecil itu tetap tak bergeming saat saya berada di belakangnya. Saya melangkah dan menyentuh pundak kecilnya. Aneh, pundaknya terasa dingin, saya merasa pernah mendapati perasaan seperti ini, tapi mungkin bukan perasaan yang sama.
“Gadis kecil….” Saya mulai menyapanya selembut mungkin. Saya harus berhati-hati, salah-salah justru bisa membuatnya takut.
Gadis kecil itu tetap bergeming.
“Asalamualaikum….” Saya ulangi menyapanya.
Tetap saja ia bergeming. Ada apa sebenarnya? Apa ia bukan manusia? Eh kok pikiran macam-macam saya datang lagi. Ingat satu hal: demi kemanusiaan! Tapi, bila memang benar ia bukan manusia, apakah slogan demi kemanusiaan masih berlaku?
Baca juga: Kambing yang Jatuh dari Langit – Cerpen Anas S Malo (Media Indonesia, 26 Agustus 2018)
Tiba-tiba saat saya sedang asyik bergelut dengan pikiran yang bermacam-macam itu, gadis kecil itu membalikkan badannya. Saya kaget dan mundur beberapa langkah.
Beberapa detik kami hanya bertatapan. Sesaat kemudian saya seperti tersadar akan suatu hal.
Ini tidak mungkin. Saya seperti pernah melihat gadis kecil itu di suatu tempat. Tapi, di mana? Wajahnya begitu saya kenali, sorot matanya, rambut hitam panjangnya, motif bunga di bajunya. Semua seperti saya kenali. Saya mulai mengingat-ingat siapa dia sebenarnya. Di mana saya pernah bertemu?