Gadis Kecil Bernama Alenia

Baca juga: Laki-Laki yang Menyeret Sebuah Pintu – Cerpen Yudhi Herwibowo (Media Indonesia, 23 September 2018)

“Kakak… Kakak…, terima kasih sudah memberikan Alenia kesempatan hidup lebih lama.” Suara Alenia masih saja terbayang dalam kepala saya. Senyumnya, matanya, rambut panjangnya masih saja terlihat jelas.

Bukan, sayang. Bukan kakak yang memberi Alenia kesempatan hidup. Hanya Tuhan yang bisa begitu. Hanya saja itu tugas kakak sebagai manusia. Kakak selalu berpegang teguh pada satu hal: demi kemanusiaan…. (*)

 

Haryo Pamungkas, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNEJ. Cerpennya telah dimuat di berbagai media cetak dan daring.

Arsip Cerpen di Indonesia