Terlebih lagi ia baru kedatangan tamu yang akan memberinya kunci untuk membuka pintu surga, jadi untuk apa menambah salat sunah. Salat lima waktu sudah cukup. Haji Ismail berkata dalam pikirannya.
***
HAJI Ismail memang sering dipercaya sebagai imam salat, ia juga kerap diundang untuk berceramah. Keilmuan dan kehajiannya yang membuat laki-laki itu dipercaya orang- orang mengisi semua pengajian yang digelar di kampung, bahkan sampai ke kota. Jemaah pengajian Haji Ismail bertambah banyak, selalu datang berduyun-duyun para penduduk setiap kali Haji Ismail diundang sebagai penceramah.
Baca juga: Karomah Sebatang Lidi – Cerpen Zainul Muttaqin (Padang Ekspres, 09 September 2018)
Pulang mengisi ceramah Haji Ismail melihat warga kampung berbondong-bondong menuju rumah kontrakan milik Maksan. Orang-orang melintas di depan rumahnya membuat ia terpaksa bertanya ke salah seorang yang ikut berlarian itu. Jawaban orang itu mengejutkan Haji Ismail sekaligus membuat giginya bergemerutuk.
“Ada pasangan mesum di kontrakan milik Maksan,” itulah jawaban orang tadi kepada Haji Ismail.
Haji Ismail masuk lagi ke rumahnya hanya untuk mengambil serban. Ia ikut bergegas bersama warga kampung. Ia langsung membelah kerumunan orang-orang yang sejak tadi meneriakkan takbir, meminta pasangan mesum itu dihukum seberat-beratnya karena telah mencemarkan nama baik kampung Tang-Batang. Haji Ismail menginterogasi pasangan muda-mudi itu dengan pertanyaan-pertanyaan yang terus mengalir dari mulutnya.
Baca juga: Riwayat Haji – Cerpen Zainul Muttaqin (Republika, 12 Agustus 2018)
Atas perintah Haji Ismail diputuskan bahwa untuk membuat pasangan muda-mudi itu jera, wajib hukumnya diarak keliling kampung. Haji Ismail menambahkan agar pasangan muda-mudi itu diarak telanjang untuk mempertontonkan dosa yang mereka perbuat. Tiga kali Haji Ismail memukulkan serbannya pada pasangan muda-mudi itu. Keduanya sudah ditelanjangi, tanpa sehelai baju menempel di tubuh mereka. Kedua pasangan muda-mudi yang terus diarak, diteriaki sebagai pendosa itu menangis sepanjang jalan. Orang-orang tertawa.
Seseorang bertanya kepada Haji Ismail. “Apa ini tidak berlebihan? Apa Bang Haji siap menanggung dosa jika perbuatan ini dicatat dosa oleh Allah?”
“Tidak mungkin pendakwah seperti saya masuk neraka, apalagi sudah lima kali saya naik haji.” Haji Ismail ingat Amal yang menjanjikan kunci surga kepadanya seminggu lagi. Dengan ini, Haji Ismail makin yakin bahwa ia tidak mungkin dilempar ke dalam api neraka. Lagi pula, apa yang dilakukan kepada pasangan muda-muda itu pantas dilakukan bagi pezina seperti mereka. Haji Ismail juga percaya, jika Amal mengetahui apa yang dilakukannya, pasti ia akan dihadiahi ketujuh kunci surga itu sekaligus, bukan cuma satu. Itulah pikiran Haji Ismail.
***