Pelajaran Piano Putri Mel

Oleh Dewi Setiowati (Kedaulatan Rakyat, 07 Oktober 2018)

Pelajaran Piano Putri Mel.1 ilustrasi Jos - Kedaulatan Rakyat
Pelajaran Piano Putri Mel ilustrasi Jos/Kedaulatan Rakyat

PIANO itu sudah agak lama tidak terdengar bunyinya. Permaisuri Sekar yang biasa memainkannya sibuk menemani Raja Satria bertandang ke kerajaan tetangga. Putri Melati iseng menekan bilah piano, ia suka mendengar dentingnya. Ada sukacita terasa. Mengikuti rasa, sang putri sekenanya menekan tuts piano. Mulanya tidak jelas, lama-lama denting piano Putri Melati membentuk irama tak bernama. Telinga nyaman mendengarnya.

Asyik juga main piano. Aku mau belajar, ah. Putri Mel membatin di hati. Ia pun meminta guru privat kepada sang bunda, Permaisuri Sekar.

“Apa! Mel harus tampil tunggal di jamuan makan?!” Kepala Permaisuri mengangguk.

“Bunda tidak akan membatasi berapa lama Mel siap untuk itu. Tapi kalau mau les piano privat, itu syaratnya.” Permaisuri Sekar tersenyum kemudian menutup mata. Mbok Syukur yang memijat kaki sang permaisuri ikut tersenyum. Seantero istana sudah tahu, Putri Mel suka angin-anginan. Seperti seminggu lalu. Istal istana dan guru privat menunggang kuda sudah siap mengajar sang putri. Tetapi yang ditunggu tidak juga datang. Putri Melati malah terlihat asyik memetik stroberi di kebun salah seorang teman. Susahlah, kudanya tidak bersahabat, gurunya galak adalah alasan sang putri. Sekarang gadis kecil sembilan tahun itu mulai berpikir. Tampil di depan orang banyak adalah satu hal yang ia tidak suka.

Baca juga: Ketika Adik Lapar – Oleh Yudadi BM Tri Nugraheny (Kedaulatan Rakyat, 16 September 2018)

Untuk beberapa saat sang putri terlihat mengerutkan kening. Ia kemudian jentikkan jari. Belajar sendiri saja. Atau… aha, aku cari guru piano di google. Putri Melati pun berkutat dengan smartphone-nya. Aturan satu jam sehari untuk gadget habis terpakai untuk mencari aplikasi berlatih piano yang pas.

“Uh, aplikasinya gimana, sih. Sudah sampai latihan kelima, mau balik ke latihan ketiga ndak bisa.” Putri Melati mengomel. Seminggu sudah ia bersemangat belajar piano. Hari ini ia bingung dengan aplikasi berlatih pianonya. Sang putri kembali mencari aplikasi lain. Wajahnya terlihat ceria ketika berasil menemukan aplikasi yang lebih pas.

Arsip Cerpen di Indonesia