Seseorang dalam Ramalan

Baca juga: Kesempatan Kedua – Cerpen Muhamad Wildan Kemal (Pikiran Rakyat, 05 Agustus 2018)

Kau manut dan membuka bajumu. Aku menatap dada ranummu yang dijadikan kertas oleh kehidupan. Aku membaca tulisan itu, “Pecundang”. Kau terheran dan langsung mengenakan kembali pakaianmu. Aku berkata bahwa itulah arti dari tulisan di dadamu. Kau pecundang karena itulah yang kehidupan tulis di dadamu.

Kau kebingungan. Kau bertanya apa yang harus kau lakukan agar semua bencana ini berakhir. Maka aku menjawab, “Kau hanya harus mendengar kisahku sampai selesai untuk mengakhiri bencana yang terjadi. Ini akan panjang, jadi simak baik-baik ….”***

Arsip Cerpen di Indonesia