Hammadong dikenal sebagai dukun. Memiliki jampi-jampi sakti mandraguna. Karena itulah orang-orang tak segan datang ke rumahnya, mengaduhkan penyakit yang mereka alami. Hammadong cukup menggerakkan saja mulutnya di atas permukaan air dalam cerek atau wadah apa pun itu, kemudian ia meminta kliennya untuk meminum air tersebut sampai habis. Keajaiban akan selalu terjadi, panyakit mereka terangkat seketika.
Kemampuan Hammadong seperti itu menjadikan namanya masyhur. Ia tidak hanya dikenal di lingkungan tempat tinggalnya tapi sudah merambah ke daerah lain. Penyakit apa pun itu yang diaduhkan padanya, mampu dijinakkan oleh jampi jampinya. Katanya kemampuannya seperti itu adalah warisan leluhurnya sampai anak cucunya kelak.
“Seandainya pun aku mati nantinya. Tak perlu segan datang ke Siding. Sejak Siding lahir ke dunia, jampi-jampi itu sudah mengalir bersama dengan darah dalam tubuhnya.” Siding tidak pernah tahu, Hammadong sering melontarkan ucapan seperti itu tatkala sedang berbincang dengan pelanggannya.
Tidak ada patokan harga yang diberikan Hammadong pada orang yang berobat padanya. Cukup setelah kesembuhan itu menghampiri, mereka wajib membawa makanan-makanan memenuhi bakul beserta anak ayam.
Awalnya Siding tidak mau ambil pusing dengan kemampuan ayahnya seperti itu. Namun lain setelah ibunya mati mengenaskan. Siding sempat menanyakan pada pemuka agama perihal kematian tragis ibunya. Orang itu mengaitkan dengan praktik perdukunan Hammadong. Sejak saat itulah, Siding mulai berani menentang ayahnya sendiri. Menganggap ayahnya telah melakukan syirik yang teramat besar.
“Ayahmu bersekutu dengan setan. Tidakkah kau pernah menanyakan kepadanya, makanan makanan dan anak ayam yang dibawa oleh orang orang ia ke manakan? Itu adalah sajen, cari tahulah!” ucap pemuka agama.
Waktu itu sudah malam, sebulan setelah ibunya meninggal. Orang-orang kembali datang ke rumahnya, membawa sebakul makanan dan anak ayam. Dari dalam kamar, dengan menyingkap gorden perlahan-lahan ia mengamati komat-kamit mulut ayahnya kemudian mengiris jengger anak ayam tersebut. Makanan itu disingkirkan ke tiang tengah rumah berdampingan dengan kemenyan yang mengeluarkan asap, wanginya menyerbak seisi ruangan.