Ketika orang-orang itu mengikatkan mayatmu (tepatnya di bagian kaki) ke batu besar dan batu itu diceburkan ke dalam kedung, kau kecewa dengan dirimu sendiri karena tidak bisa melawan.
Lantas kau menangis ketika tahu orang-orang itu membawa kekasihmu, dan kau juga tidak bisa berbuat apa pun. Kau mengikuti arah langkah mereka dan menyesal kenapa hal itu kau lakukan. Mereka menaikkan Putri ke andong secara paksa. Mereka membawa Putri ke utara, yang kau pasti tahu, kerajaan Tuban. Dan kau berpikir bahwa pastilah Putri akan dijadikan istri raja itu (entah istri yang keberapa).
Baca juga: Mematikan Lagarise – Cerpen Caroline Wong (Media Indonesia, 16 September 2018)
Orang-orang Jojogan tidak tahu apa yang terjadi (atau memang mereka takut ikut campur ketika pasukan beserta rajanya datang ke grojogan?). Kebanyakan mereka datang ke sana seusai kejadian pembunuhan itu. Mereka tahu ada pembunuhan di sana karena darah berceceran. Tetapi, mereka tidak tahu siapa korbannya.
Baru setelah beberapa hari berlalu, mereka tahu. Ada yang hilang di antara mereka: dirimu dan Putri Nglirip.
Setahun kemudian, ketika kau termenung di bawah air terjun, pada suatu malam yang menyediakan bulan purnama di atas langit, Putri datang kembali. Entah bagaimana cara ia kembali. Yang jelas tubuhnya tak seindah dulu dan wajahnya tidak sebahagia pada saat bersamamu. Putri menjadi pendiam, dan bahkan bisa dikatakan bisu. Kau terus menyaksikan apa yang dilakukan Putri: berenang di permukaan kedung dan menuju gua di balik air terjun.
Baca juga: KAU SEDANG MEMBACA APA – Cerpen Tjak S Parlan (Media Indonesia, 09 September 2018)
Arwahmu kemudian melayang mengikutinya. Tetapi, entah kenapa ketika ketika ingin memasuki gua itu, arwahmu terpental. Apakah gua ini hanya diciptakan untuk perempuan, pikirmu. Dan memang, gua itu hanya diciptakan untuk perempuan. Akhirnya, kau kembali bersedih, turun ke dasar kedung dan menunggui mayatmu sendiri. Mayat yang tidak bisa lapuk. Entah kenapa.
Ya, kau adalah Joko Lelono, pemuda miskin dari Jojogan itu. Pemuda yang berusaha setia terhadap perempuan yang dicintainya. Tetapi, di dunia ini memang kesetiaan selalu kalah dengan kekuasaan.