Kau hanya Tertawa; Hanya di Jalan; Amsal Kandang; Kulepas Sepatu di Depan Pintu

Kau Hanya Tertawa ilustrasi Koran Tempo
Hanya di Jalan ilustrasi Koran Tempo

Hanya di Jalan

 

pada jalan yang tak kutahu

di mana bakal sampai. malam

terus melangkah, ingin

melampaui kepalaku, selalu

menggali rahasia kau bagi

aku menagih janjimu. ingin

bertemu, mengajakku ke suara

riuh. malam di kota yang tumbuh

bunga ini

kau nungguku di depan pintu. kunci

di tanganmu. malam melarutkan

diri ke dalam cahaya. berkelip

seperti bintangbintang itu

ayo! rebut perjanjian itu

sebelum ada yang datang

 

Bkl 14 Juli 2018

Arsip Cerpen di Indonesia