Kau hanya Tertawa; Hanya di Jalan; Amsal Kandang; Kulepas Sepatu di Depan Pintu

Kau Hanya Tertawa ilustrasi Koran Tempo
Kulepas Sepatu di Depan Pintu ilustrasi Koran Tempo

Kulepas Sepatu di Depan Pintu

 

sudah kulepas sepatu

di depan pintu, dan kembali kurapatkan

ketika gerimis di ini pagi

berucap, “sebaiknya kau urung menemui jalan

kecuali ingin berbasahbasah.” lalu ia

mau menemaniku, dari kaca jendela

tatapannya dalam sekali.

tibatiba aku begitu khawatir. dongeng

para moyang bahwa gerimis adalah tanda. tapi

aku tak mau mendugaduga. aku pun

mengajak gerimis makin akrab

di sini pun kalau kau mau pergi

akan kuantar. payung dan iringan

sudah pula menunggu di luar

 

2018/6-24: 12.04

 

Isbedy Stiawan ZS, lahir di Tanjungkarang, Lampung. Buku terbarunya, kumpulan cerpen Kau Mau Mengajakku ke Mana Malam ini? (2018), Di Alun-alun itu Ada Kalian, Kupukupu, dan Pelangi (2018), dan Kepada Para Toewan (2018).

Arsip Cerpen di Indonesia