Kau hanya Tertawa; Hanya di Jalan; Amsal Kandang; Kulepas Sepatu di Depan Pintu

Kau Hanya Tertawa ilustrasi Koran Tempo
Amsal Kandang ilustrasi Koran Tempo

Amsal Kandang

 

pada akhirnya bangun

sesudah malam atau usai terjatuh

di tempat yang lain pula;

seperti kuda tibatiba terlempar

oleh sabana yang penuh lubang

apa yang membuatmu bisa segera

sampai ke kandang, dulu mungkin

tidak kau kenang, jika bukan

mempercepat langkah dan malam

meninggalkan jauh? jadi, sebelum

jalan akan membuatmu rabun

hingga lari bagai puting beliung

cagakkan kaki. kayuh tangan

hanya pada haluan

di depan matamu juga

kandang akan terbuka

: masuki segala riuh

 

2018

Arsip Cerpen di Indonesia