“Memangnya ada apa, Ni?”
“Pengalamanku selama menjadi bidan di Desa Olehsari kadang mendobrak kokohnya tembok tradisi, teori, dan keilmuan kita.”
“Maksudmu? masih ada suasana mistik di sana?”
“Entahlah, aku sendiri bingung dan kehabisan kata untuk bercerita. Kau ingat dengan Ayu kan? Gadis yang pernah kuceritakan dahulu. Ia sering kerasukan arwah.”
“Ayu, bayi titisan Nyi Semi, penari gandrung itu maksudmu? Sudah hampir sebelas tahun berlalu. Tapi, aku masih mengingatnya.”
Menjelang tengah hari, kami tiba di Kecamatan Glagah menuju Desa Olehsari. Patung penari Gandrung acapkali terlihat di sepanjang perjalanan. Pengaruh Kerajaan Blambangan begitu kental. Bahasa Osing yang terdengar selama perjalanan sangat berkesan bagiku. Tanpa terasa, setelah berbagai obrolan menguar di sepanjang jalan, aku pun tiba di klinik milik Ni Luh Padmi.
***
Malam ini angin dingin berembus kencang, meniup kain gorden putih di jendela klinik bersalin milik Ni Luh Padmi. Kain gorden melambai-lambai mengikuti embusan angin. Hawa dingin begitu terasa menusuk tulang-tulangku. Saat aku sedang menikmati suasana malam, tiba-tiba terdengar suara gaduh di luar.
“Bu Bidan! Tolong, Bu Bidan!”
“Ada apa, Mak Ida?” Tampak Ni Luh Padmi bergegas menuju sumber suara.
“Ayu kumat lagi! Badannya kejang dari tadi sore, hanya sebentar saja siuman.” Mak Ida dan suaminya membopong Ayu Laksmi, putri mereka. Wajah Ayu tampak pucat pasi. Mulutnya terkunci rapat.
“Ayu harus menginap di klinik semalam, Mak Ida. Saya khawatir Ayu sesak napas.” Mak Ida dan suaminya mengangguk. Aku pun membantu Ni Luh merawat Ayu.
Purnama penuh, menghiasi langit malam Desa Olehsari. Sayup-sayup kudengar suara gamelan gong, saron, kluncing, dan gendang bertabuhan berirama. Seiring dengan makin terangnya cahaya bulan, suara gamelan semakin jelas mengalun. Terdengar pula suara panjak penyorak penari menyela di antara alunan gamelan. Seketika kurasakan bulu kudukku meremang. Sesaat kemudian terdengar suara halus memanggilku menuju kamar tempat Ayu dirawat. Mak Ida dan suaminya telah lelap tidur di sebuah bale kayu di depan kamar Ayu.