Kecantikan Itu Melukaiku

Baca juga: Ibu, Ayah di Mana/ – Cerpen Fahmi Abdillah (Suara Merdeka, 30 September 2018)

“Bajingan! Pedang!”

Dia marah, sangat marah.

Aku menangis. Apa salahku? Mengapa dia begitu kejam? Dia menghantam pipiku sebelum berpakaian kembali. Sayup-sayup, sebelum pingsan, aku mendengar dia bicara lewat telepon. “Beleguk! Temen lu banci, Dev!”

Entah berapa lama aku terkapar. Ketika aku mendusin, Azriel sudah menghilang. Aku menangis. Aku geram. Pelan aku menuju ke meja rias. Kubuka laci, menggagapi dasar laci, mencari sesuatu. Kucekau sebilah cutter. Kutatap wajahku di dalam cermin. Lalu, secepat bisa kupotong penisku. Sakit, teramat sakit. Kemudian gelap, amat-sangat gelap. (28)

 

Semarang, 23 November 2018

Lana Savira KD, mahasiswi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang, yang menggilai seni.

Arsip Cerpen di Indonesia