+62 821-9485-4xxx menambahkan Anda
Entah siapa yang menambahkan nomorku ke dalam sebuah grup WhatsApp keluarga. Belum ada percakapan yang tampil di layar handphone. Kulihat beberapa nama yang muncul di info grup menampilkan nama-nama yang kukenal. Kubiarkan beberapa saat sebelum bunyi ting-tong menandai masuknya sebuah chat baru.
Siapa yang menyimpan foto Indo dan Ambo?
Aku tersenyum membaca pesan itu. Ingatanku melayang pada dua sosok bersahaja, sosok yang meneteskan embun dari garis lengkung bibirnya. Masa kanak-kanakku banyak kulewatkan bersama mereka. Aku sangat menyukai elong-kelong yang acapkali disenandungkan indo tatkala ia duduk mengayam tikar atau bakul. Di sebelah indo, ambo biasanya duduk sambl meraut lembar-lembar daun lontar yang akan digunakan indo untuk menyelesaikan anyamannya. Aku yang masih cadel kebagian memotong ujung-ujung lungsin dan pakan yang tidak bisa lagi ditekuk.
“Supaya rapi,” kata Indo dengan senyum yang tak pernah ingkar pada kedua bibirnya.
Ambo serta merta akan menimpali dengan kekehan khasnya. Tanpa kata. Ambo memang jarang berbicara. Meskipun begitu, Ambo selalu tersenyum dengan tatapan yang meneduhkan. Ambo sangat menyayangi Indo dan kami, anak cucunya.
Ah, masa-masa yang indah.
Tiba-tiba rasa rindu menyeruak lalu menggerumuk di sisi kalbuku. Kusempatkan mengirim Alfatihah dan doa untuk mereka. Berharap mereka diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Kuperhatikan kembali layar handphone. Beberapa obrolan telah memenuhi layar disertai berbagai model emoticon. Mulai dari senyum standar, senyum ngakak, mata mendelik, hingga lidah menjulur.
Awwee… pergi mako cepat mandi.
Seperti ko nanti Petta Sodding baumu.
Aku tertegun membaca obrolan terakhir itu. Kulihat pesan itu dikirim oleh salah seorang ponakanku yang baru saja masuk SMP. Wah, legenda Petta Sodding sampai juga di telinga anak ini, batinku.