Kenangan dan Zombi

Mendadak dinding jebol dan sekonyong-konyong menjulur sepotong tangan hitam dengan kulit melepuh dan sebagian tulangnya kelihatan dengan cakar-cakar yang panjang runcing mencekik leher Letnan Kajus.

“Ladrak… tolong aku anakku! Hanya pecundang yang mati dua kali. Aku tak mau jadi pecundang. Ladrak … tolongggg ….!!!”

Ladrak melompat sambil menyambar celurit di atas lemari, hendak menolong bapaknya. Tapi terlambat. Letnan Kajus lenyap masuk ke dinding bersamaan dengan lenyapnya gerombolan zombi yang masuk ke rumah Ladrak. Ladrak terpaku. (*)

 

Sampang, November 2018

Edy Firmansyah. Seorang penulis kelahiran Pamekasan, Madura. Kumpulan cerpennya yang pernah terbit adalah “Selaput Dara Lastri” (IBC, Oktober 2016). Buku puisinya yang telah terbit adalah “Ciuman Pertama” (Gardu, 2012). Karyanya, berupa cerpen, artikel, dan esai, tersebar di banyak media cetak maupun online. Baik nasional maupun lokal.

 

Keterangan:

Bulir: Penganan khas Madura. Terbuat dari singkong yang direndam di gula aren.

Pohon bistah: Sebutan orang Madura untuk pohon kawista atau kawis. Dikenal juga sebagai kinco. Kerabat dekat maja dan masih termasuk suku jeruk-jerukan (rutaceae).

Arsip Cerpen di Indonesia