Pohon Berbisik

Saya tidak tahu sampai kapan saya harus berlari karena pohon jambu itu memang benarbenar sudah keluar dari tempatnya berpijak selama beberapa tahun. Dan kini, hari ini, ia jelas sudah bermulut dan siap sewaktu-waktu menelan saya bulat-bulat, lengkap dengan berbagai atribut yang saya kenakan, sesuatu yang juga tidak pernah saya lupa di masa lalu, ketika melihat orang-orang melempar tubuh-tubuh itu ke lubang besar dalam kondisi tanpa kepala.

Baca juga: Maria dan Mario – Cerpen Mashdar Zainal (Suara Merdeka, 14 Oktober 2018)

Bagaimana kabar Mila? Saya dengar dia sudah kawin dengan seorang petani dan punya banyak cucu. Kemarin lusa dia mati karena penyakit liver dalam usia tujuh puluh. Dan dia dikubur tidak jauh dari tempat kami pacaran, tempat yang tidak terlalu jauh dari kuburan almarhum sahabat saya. (28)

 

Gempol, 2015-2018

Ken Hanggara lahir di Sidoarjo, 21 Juni 1991. Menulis cerpen, novel, esai, dan skenario FTV. Karyanya terbit di berbagai media. Buku terbarunya Museum Anomali (2016), Babi-babi Tak Bisa Memanjat (2017), Negeri yang Dilanda Huru-hara (2018), dan Dosa di Hutan Terlarang (2018).

Arsip Cerpen di Indonesia