Jika diamati, benda ini berbentuk tabung dengan pintu masuk lingkaran yang di depannya terdapat sensor elektromagnet modern. Sepanjang bodinya terlihat seperti kaca tembus pandang yang sebenarnya sangat kuat dan tahan banting. Begitu mewah dengan warna abu di seluruh bagian bodi dan warna maroon di pintu yang berbentuk lingkaran. Di bagian dalam tabung terdapat sebuah kursi empuk yang di depannya penuh tombol warna-warni dengan berbagai fungsi. Kerja kerasku setahun penuh, inilah yang aku hasilkan. Kuseka keringatku dengan bangga. Ingin menangis rasanya, aku berhasil.
“Aku tau wajah tololmu itu sedang sangat bahagia. Aku ikut bahagia misimu untuk pindah ke sini terlaksana.” Tendy merangkul pundakku.
Sejak pagi hingga langit bersepuh warna oranye, Tendy membantuku menyelesaikan mesin waktu. Aku sangat berterima kasih padanya hingga aku sendiri bingung bagaimana cara mengungkapkannya.
Baca juga: Nyaring dan Asing – Cerpen Muhammad Nanda Fauzan (Radar Banyuwangi, 25 November 2018)
Kulukiskan segores senyum padanya dan berlari menuju kamar mandi. “Aku ingin membersihkan diri. Akan kucoba alat itu secepatnya,” teriakku pada Tendy.
“Punggungmu akan patah, Fred! Istirahatlah dulu.”
Aku mendengarnya tapi aku tidak akan mengikuti sarannya. Aidan, kita akan segera bertemu. Aku sangat merindukanmu.
Kupilih pakaian terbaik dari yang terbaik dan mulai berdandan mema merkan wajahku yang rupawan. Kulihat pantulan diriku di depan logam. Ketampananmu memang tidak berkurang. Dari logam, aku bisa melihat wajah Tendy yang sedari tadi tersenyum ke arahku.
“Sudah siap lepas landas kawan?”
Aku menghampiri dan merangkulnya.
“Terima kasih, Ten. Aku bersyukur bertemu denganmu, kau sangat membantuku. Sekarang semuanya telah usai. Saat bertemu Aidan nanti, aku akan membawanya kemari, kita akan tinggal bertiga. Oh oh… atau kita pergi ke suatu tempat saja? Tempat yang lebih baik dari pulau perkakas ini.” Ia hanya mengangguk dan tersenyum.
Aku masuk ke dalam tabung waktu. Memberikan posisi ternyaman di pantatku dan mulai menekan tombol-tombol untuk lepas landas. Aku akan pergi ke masa tujuh hari sebelum Aidan meninggalkanku. On dan Oke. Aku melihat ke arah Tendy dan tersenyum, ia membalas senyumanku. Alat ini bergetar. Gelap, lalu ada berbagai spektrum warna di luar tabung lalu berubah seperti galaksi. Aku rasa aku mulai berjalan mundur. Tanganku basah oleh keringat.
***