Dendeng Balado Amak

“Kau kenal Riana si janda kembang dari kampung seberang sana? Ia punya badan yang begitu montok, bukan? Kau tahu, bahan utama untuk membuat dendeng adalah daging yang segar dan empuk, jadi … aku tidak salah kan mengolah dagingnya untuk membuat dendeng ini?”

Seketika meja makan menjadi lengang. Apak tertegun. Aku merasa sangat mual dan hampir ingin muntah. Lalu kulihat wajah amak, senyuman itu, ohh… (*)

 

Dede Soepriatna lahir di Bogor pada tahun 1998. Pernah menjadi juara umum dalam lomba cerpen tingkat nasional yang diselenggarakan penerbit Sabana Pustaka. Cerpennya dimuat dalam beberapa antologi bersama: Mimpi Merah Hari ke-40 (Unsa Press), Wanita yang Menjahit Bibirnya di Pagi Hari (Sabana Pustaka), dsb. Cerpennya juga pernah dimuat di Harian Medan Pos, Flores Sastra dan media daring lainnya.

Arsip Cerpen di Indonesia