Buncah dan penasaran semakin menjadi-jadi. Entah apa karena suara percakapan yang kudengar hanya kata “gusur” itu. Ingin rasanya aku menjadi makhluk astral yang katanya dapat menembus tembok, untuk mencari tahu apa sebenarnya yang mereka perbincangkan. Namun, kantuk ini memaksaku untuk pulang bersembunyi di bawah bantal.
Selamat malam mata. Selamat malam sunyi.
***
Sinar matahari dari celah jendela mengelus-elus kulit hingga aku terbangun dan seperti biasanya spontan melipat tikar, lalu masih terngiang kejadian semalam. Ayahku, Pujianto, rupanya berdiri di pintu kamar dengan wajah yang tak seperti biasanya. Aku langsung bergegas menghampiri. Dipeluklah tubuh ini dengan erat sambil melihat bajuku yang lusuh. Aku menatap wajah Ayah sambil mengajaknya duduk di ruang tamu. Pada saat itu, aku bercerita kejadian semalam, kemudian memulai bertanya.
“Siapa mereka? Mengapa yang kudengar ada kata gusur, Yah? Jangan-jangan…”
“Kau tak perlu tau semacam itu,” sahut Ayah.
“Jika Ayah tahu, ada baiknya memberi tahu sesuatu yang mungkin dapat menghilangkan rasa penasaran ini,” ucapku tanpa menghilangkan rasa hormat
“Ayah tak mau cerita, Nak. Namun, Ayah hanya ingin mengatakan bahwa rumah kita akan disulap.”
“Disulap?”
“Kita tinggal menunggu waktu, Nak. Keputusan mereka sebentar lagi adalah kegelisahan bagi warga desa sekitar.”
Seketika ruang perbincangan hampa. Ayah diam sambil mengelus dada, sementara aku membungkam—membiarkan diri ini mematung sejenak—meski banyak pertanyaan liar yang muncul dengan sendirinya. Entah aku bingung juga dengan perkataan Ayah tentang keputusan dan kegelisahan, sepertinya ada yang aneh pada Ayah dan para warga di sini.
“Lalu apa yang kita lakukan, Ayah?”
“Nah, coba kamu lihat di luar sana, Nak,” kata Ayah sambil menunjuk rumah tetangga.
Ternyata di luar sana banyak orang asing yang berseragam mendobrak rumah-rumah desa, juga dibantu alat berat yang meremukkan tempat tinggal warga desa. Air mata rupanya menjadi hujan di siang hari. Ada juga yang berteriak meminta untuk memberhentikan penggusuran lahan tempat tinggal.