“Pengen lihat sungai apa susu?” antara geregetan dan kesal, Yu Leha kembali bertanya.
“Sungai susu!” kini jawaban Mak Tum semakin tegas.
Mungkin benar kata orang-orang yang rasan-rasan, Yu Leha merasa, ibunya mungkin sedang kesambet. Sebab, permintaannya semakin aneh. Setelah dibelikan sapi, Mak Tum ingin melihat sungai susu. Yu Leha merasa, ibunya sedang menuju pikun.
***
Yu Leha dan Paino segera mencari informasi tentang keberadaan orang pintar yang bisa menyembuhkan penyakit gaib. Tidak perlu waktu lama untuk menemukan informasi tersebut. Di kampung, setelah kampung sebelah, ada pesohor yang bisa mengobati segala macam penyakit gaib, seperti santet, tenung, dan kesambet. Kiai Sadik, namanya. Mertua Lik Jo, yang konon pernah diguna-guna, berhasil sembuh setelah dibawa ke tempat itu
Tanpa mengabari Cak Toyo dan Karsono, Yu Leha dan Paino membawa Mak Tum ke tempat Kiai Sadik, dengan menggunakan mobil bak terbuka. Mobil itu biasa digunakan untuk mengantar sayur oleh Mat Alung.
Setelah selesai mengobati empat orang, giliran Mak Tum pun tiba. Yu Leha membimbing Mak Tum masuk ke ruang praktik Kiai Sadik. Yu Leha pun bercerita tentang keanehan-keanehan Mak Tum akhir-akhir ini.
“Misalnya?” tanya Kiai Sadik.
“Emak pengen lihat sapi, Kiai. Saya pikir, Emak ingin dibelikan sapi. Mintanya yang betina, lagi!” Yu Leha sedikit terbata menjelaskan.
“Sudah Sampeyan belikan?” kejar Kiai Sadik.
“Sudah, Kiai. Malah, kemarin malam, Emak pengen melihat sungai. Sungai susu, Kiai.”
Kiai Sadik mengangguk-angguk sambil tersenyum kepada Yu Leha dan Mak Tum. Pandangannya tertuju ke arah mata Mak Tum yang kabur. Kemudian melambai-lambaikan tangannya tepat di depan mata Mak Tum, yang hanya sedikit memberi respons.
“Sudah berapa lama, Mak Tum tidak bisa melihat?” Kiai Sadik kembali mencari tahu informasi tentang Mak Tum dari Yu Leha.
“Hampir tiga tahun, Kiai.”
Kemudian, Kiai Sadik memijit-mijit sisi kanan-kiri kepala Mak Tum. Mulutnya berkebi, seperti membaca doa-doa. Setelah ritual pengobatannya selesai, ia membawakan sebotol air, untuk diminumkan kepada Mak Tum, setiap menjelang tidur.