Dua butir air mata mengalir ke pipi Santi. Matahari pagi mulai merangkak naik dan memancarkan cahaya lembutnya ke muka Santi, tetapi sedikit pun ia tak merasakan rasa dingin dalam kalbunya itu berkurang. Ia membaringkan diri di dipan dan menutup mata. Obat-obat antipsikotik yang disembunyikannya di antara pipi dan gusi dikeluarkan satu per satu dan ia taruh di bawah bantal.
“Kamu salah dok, dunia nyata tidak lebih baik,” desahnya sambil menunggu terjangan dopamin di otak menyelamatkan martabat dirinya.
Elisa Tandiono, Psikiater di Jakarta.
Keterangan
Halusinasi perintah: Halusinasi pendengaran yang memerintahkan penderitanya untuk melakukan sesuatu. Sering kali perbuatan melukai diri sendiri ataupun orang lain timbul kalau penderita psikotik tak mampu menolak halusinasi perintah yang kuat.
Psikotik akut: Suatu kondisi mental yang ditandai dengan halusinasi dengar atau visual dan perilaku aneh dan ketidakmampuan menilai realita yang berlangsung singkat dengan durasi antara satu hingga tiga puluh hari.
Euthym: Mood yang dianggap normal di antara mood yang terlalu tinggi (gembira/bersemangat) dan mood yang terlalu rendah (depresi).
Gangguan bipolar: Suatu kondisi mental dengan perubahan mood yang ekstrem antara manik dan depresi.
Obat antipsikotik: Semua golongan obat yang bisa menurunkan atau menstabilkan jumlah dopamin di otak. Dopamin yang berlebihan saat ini diduga sebagai pemicu munculnya halusinasi dan waham pada pasien psikotik.